Seni Itu Mahal

elaborasirefleksi

Seni merupakan cabang kehidupan manusia yang dirasa mutlak perlu ada sejak keberadaan manusia itu sendiri. Meski demikian akrab, manusia baru bisa menyelami seni ketika kebutuhan-kebutuhan hidup yang disebut lebih mendasar, telah terlebih dulu terpenuhi. Dengan kerangka pikir demikian, saya katakan seni itu mahal.

Sebelum lebih jauh menjelaskan, akan saya terangkan dahulu apa yang saya maksud sebagai “mahal”, demi mendapatkan konteks bersama secara akur. Pemilihan istilah mahal di sini sama sekali tidak mengaitkannya dengan harga rupiah yang harus dibayarkan demi memiliki sebuah karya seni. Berapa juta perlu dikeluarkan seorang kaya untuk memiliki lukisan Picasso atau Dali, berapa duit yang harus disediakan panitia untuk mendatangkan musikus berkelas nasional demi menghibur para muda mudi yang datang ke pentas seni.

Bukan itu. Pengertian mahal (dan seni) diterapkan dalam perspektif yang lebih makro. Bagaimana sebuah peradaban bisa mengakses seni, terutama melalui proses kreatif anggotanya, hanya bisa dilakukan jika peradaban itu memiliki kemewahan sendiri. Kemewahan…

Lihat pos aslinya 776 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s