Resensi: Iblis Menggugat Tuhan

Rokhmatulah's Site

Iblis Menggugat Tuhan Iblis Menggugat Tuhan

Jika temen-temen pernah membaca beberapa buku seperti novel Laila Majnun karya Nizami Ganjavi  atau Spirit of Rebellious karya Kahlil Gibran, buku yang hendak saya bahas ini memiliki gaya bahasa, nuansa ataupun rasa yang hampir sama dengan buku-buku tersebut. Hanya saja yang membedakan adalah jika buku-buku tadi ditulis pada abad pertengahan, sedangkan buku yang merupakan dwilogi karya Da’ud Ibn Ibrahim Al-Shwawni dikarang pada abad millennium.

Buku yang hendak saya behas di sini adalah sebuah novel berjudul Iblis Menggugat Tuhan. Judul asli buku ini adalah The Madness of God & The Man Who Have The Elephant yang ditulis oleh seorang berkebangsaan Mesir bernama Da’ud Ibn Ibrahim Al-shwawni. Pada penyajianya, buku ini dibagi menjadi dua judul yaitu The Madness of God dan yang kedua adalah The Man Who Have The Elephant.

Sekuel pertama Buku ini yang berjudul Madness of God yang diawali dengan kisah pertemuan antara pendeta Buhairo dengan…

Lihat pos aslinya 1.188 kata lagi

Indonesia Selebar Layar Kaca

Television Rules The Nation

Muhammad Jhovy Rahadyan

image

Perjalanan banyak mengajarkan kita tentang sudut pandang baru. Kita akan bertemu makanan unik, orang dengan aksen berbeda, sampai suasana kota yang lain. Lain dengan kehidupan kita.

Tersadar tentang hal penting: sayang jika hidup kita hanya didikte “kebenaran” versi media massa.

Saat kriminalitas di TV terkesan sudah meraja lela, kita tetap bertemu orang yang dengan ramah menunjukkan jalan bagi kita.

Saat dikata mahasiswa kampus besar sedang merasa menjadi pemikir besar negara, kita berjumpa orang yang dengan ikhlas bersihkan sampah tanpa dibayar. Hanya karena ingin kotanya bersih. Rasanya dia tak sarjana.

Saat bangsa baik ini dicap beringas, pemalas, tak punya semangat, kita masih mudah menemukan pedagang yang datang ke pasar sedari Adzan Shubuh bersahutan memanggil.

Lalu, kau masih ingin menelungkup sedih, pesimis, putus asa di kamarmu yang nyaman, di depan gadgetmu, sambil mencibir bangsamu sendiri?

Keluarlah, singgungkan hidupmu dengan udara segar dan senyum dari orang-orang ini. Indonesia tidak hanya selebar layar kaca.

Lihat pos aslinya 18 kata lagi

Olga Syahputra; Dikenang atau Dijadikan Uang

irwanamrizal

Sudah lebih dari seminggu sejumlah program talk show, program musik, dan infotaiment di teve teristerial membicarakan dan memberitakan kematian Olga Syahputra.

Pernak-pernik kehidupan Olga dikupas mendalam, terutama kebaikan dan kelebihannya. Kawan-kawan karibnya diundang sebagai narasumber utama.

Isinya simpatik. Bahkan segala pembicaraan dan pemberitaan itu selalu memancing air mata para pemirsa. Beragam footage terkait Olga ditampilkan untuk menambah suasana dramatis.

Tapi, apa teve teristerial itu benar-benar berempati dengan kematian Olga Syaputra? Saya justru merasakan sebaliknya.

Terlalu telanjang aura komodifikasi di setiap program dalam menampilkan pemberitaan kematian Olga. Beberapa program yang biasanya taping mendadak siaran langsung.

Para petinggi teve teristerial itu percaya di luar sana ada banyak penonton, baik penggemar Olga atau bukan, yang ingin mengetahui berita seputar Olga. Alasan mereka sederhana, Olga masih merupakan pesohor dengan nilai rating dan share yang tinggi.

Jadi, bagi mereka momen kematian Olga tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Dan hasilnya sesuai harapan. Tabloid Bintang, misalnya, melansir…

Lihat pos aslinya 128 kata lagi

Seni Itu Mahal

elaborasirefleksi

Seni merupakan cabang kehidupan manusia yang dirasa mutlak perlu ada sejak keberadaan manusia itu sendiri. Meski demikian akrab, manusia baru bisa menyelami seni ketika kebutuhan-kebutuhan hidup yang disebut lebih mendasar, telah terlebih dulu terpenuhi. Dengan kerangka pikir demikian, saya katakan seni itu mahal.

Sebelum lebih jauh menjelaskan, akan saya terangkan dahulu apa yang saya maksud sebagai “mahal”, demi mendapatkan konteks bersama secara akur. Pemilihan istilah mahal di sini sama sekali tidak mengaitkannya dengan harga rupiah yang harus dibayarkan demi memiliki sebuah karya seni. Berapa juta perlu dikeluarkan seorang kaya untuk memiliki lukisan Picasso atau Dali, berapa duit yang harus disediakan panitia untuk mendatangkan musikus berkelas nasional demi menghibur para muda mudi yang datang ke pentas seni.

Bukan itu. Pengertian mahal (dan seni) diterapkan dalam perspektif yang lebih makro. Bagaimana sebuah peradaban bisa mengakses seni, terutama melalui proses kreatif anggotanya, hanya bisa dilakukan jika peradaban itu memiliki kemewahan sendiri. Kemewahan…

Lihat pos aslinya 776 kata lagi

Indonesia; negeri latah yang tidak lucu

stwnlf

“Latah” katanya masuk jenis penyakit yang bikin si penderita kalo dikejutkan suka mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa dikontrol olehnya. Latah juga katanya menular kalo kita sering melihat hal tersebut. Katanya lho, saya sih ga paham.

Tapi, apa yang biasanya terjadi kalo kita melihat orang latah dikagetkan di televisi? Kita tertawa tentunya, karena selera humor kita rendah. Ada orang penyakitnya dieksploitasi kok kita ketawa?

Televisi Indonesia suka sekali menghadirkan orang-orang latah di layar kaca rumah kita, yang terakhir saya tahu adalah Olga Syahputra. Setelah Olga menghilang dari pertelevisian, saya tidak pernah nonton tv lagi, saya sedih Olga hilang (*masukan emoji muntah di sini*).

Tidak, bukan begitu. Saya berhenti nonton tv karena pertelevisian Indonesia sedang sakit. Acara lawak yang tidak lucu, eksploitasi kemiskinan seorang nenek/kakek di sebuah kampung demi rating, bully, acara musik pagi yang pembawa acaranya baru bangun 10 menit yang lalu dan banyak hal lain yang seolah menunjukkan…

Lihat pos aslinya 183 kata lagi

Indonesia dan perikemanusiaan yang tumpul

stwnlf

Posting kali ini saya mau protes tentang intelektual massa di Indonesia, dan mengkhususkan persoalan pada begal motor yang di bakar beberapa waktu lalu. Saya fikir ini sangat berhubungan karena menyangkut bagaimana massa mengeksekusi seorang penjahat yang mereka tangkap, dan bagaimana intelektual mereka sebegitu mampetnya dibendung emosi. Persoalan tentang “main hakim sendiri” oleh masyarakat menurut saya adalah refleksi dari masyarakat bodoh, barbar dan tak berperikemanusiaan dalam menyelesaikan masalah. Saya kecewa, saya marah, kesal dan tidak habis fikir bagaimana bisa orang yang sedang marah besar menyiramkan minyak ke tubuh orang lain untuk kemudian disulut api.

Lalu saya coba untuk mereka ulang skenario di tempat kejadian dengan kepala saya sebelum massa memutuskan untuk membakar maling yang – juga sama seperti mereka – seorang manusia itu. Saya membayangkan si maling tertangkap dan sudah bonyokdibogem warga yang kesal karena ada yang mencuri di daerahnya, atau mungkin mencuri dari orang yang mereka kenal, yang setiap…

Lihat pos aslinya 517 kata lagi

Che Guevara

GOFORIT!

che

Ernesto Guevara Lynch de La Serna (Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 – Bolivia, 9 Oktober 1967) adalah pejuang revolusi Marxis Argentina dan seorang pemimpin gerilya Kuba.

Guevara dilahirkan di Rosario, Argentina, dari keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol. Tanggal lahir yang ditulis pada akte kelahirannya yakni 14 Juni 1928, namun yang sebenarnya adalah 14 Mei 1928.

Sejak usia dua tahun Che Guevara mengidap asma yang diderita sepanjang hidupnya. Karena itu keluarganya pindah ke daerah yang lebih kering yaitu daerah Alta Gracia (Córdoba) namun kesehatannya tidak membaik. Pendidikan dasar ia dapatkan di rumah sebagian dari ibunya, Celia de la Serna. Pada usianya yang begitu muda, Che Guevara telah menjadi seorang pembaca yang lahap. Ia rajin membaca literatur tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di perpustakaan ayahnya. Memasuki sekolah menegah pertama (1941) di Colegio Nacional Deán Funes (Córdoba). Di sekolah ini dia menjadi yang terbaik di bidang sastra…

Lihat pos aslinya 1.007 kata lagi

Hawa Tak Biasa

Sejuk embun mulai menghangat

Dingin menyelimuti otak

Raja langit datang merayap

Beban terasa di kelopak.

Gambar cerita sirna lenyap

Tubuh hilang kontrol tak siap

Tak peduli luka yang lewat

Hari ini pasti bisa hebat.

Aku bangun dan berdiri tegak

Memulai waktu aku bersiap

Tangguh diriku dan juga kuat

Bersemangat keras bulat tekad.

Jika sekarang cinta kudapat

Syukur padaNYA pasti terucap

Karna Dia Sang Pencipta nikmat

Anugrahi jiwa penuh hasrat.

Aku bangun dan berdiri tegak

Memulai waktu aku bersiap

Tangguh diriku dan juga kuat

Bersemangat keras bulat tekad.

Bangun dan berdiri tegak!