Indonesia dan perikemanusiaan yang tumpul

stwnlf

Posting kali ini saya mau protes tentang intelektual massa di Indonesia, dan mengkhususkan persoalan pada begal motor yang di bakar beberapa waktu lalu. Saya fikir ini sangat berhubungan karena menyangkut bagaimana massa mengeksekusi seorang penjahat yang mereka tangkap, dan bagaimana intelektual mereka sebegitu mampetnya dibendung emosi. Persoalan tentang “main hakim sendiri” oleh masyarakat menurut saya adalah refleksi dari masyarakat bodoh, barbar dan tak berperikemanusiaan dalam menyelesaikan masalah. Saya kecewa, saya marah, kesal dan tidak habis fikir bagaimana bisa orang yang sedang marah besar menyiramkan minyak ke tubuh orang lain untuk kemudian disulut api.

Lalu saya coba untuk mereka ulang skenario di tempat kejadian dengan kepala saya sebelum massa memutuskan untuk membakar maling yang – juga sama seperti mereka – seorang manusia itu. Saya membayangkan si maling tertangkap dan sudah bonyokdibogem warga yang kesal karena ada yang mencuri di daerahnya, atau mungkin mencuri dari orang yang mereka kenal, yang setiap…

Lihat pos aslinya 517 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s